DP2PA Kota Samarinda Perkuat Koordinasi Internal Jelang Audit Standarisasi RBA Edu Park oleh KPPPA-RI
Samarinda, 21 November 2025
Dalam upaya menghadirkan ruang bermain anak yang aman, inklusif, dan berstandar nasional, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Samarinda menggelar Rapat Internal Persiapan Standardisasi Ruang Bermain Anak (RBA) Taman Cerdas PKK. Pertemuan ini menjadi langkah penting sebelum pelaksanaan audit oleh Tim Audit Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Rapat internal tersebut membahas strategi teknis, kebutuhan fasilitas, serta kesiapan administrasi yang diperlukan untuk memenuhi indikator standardisasi RBA, mulai dari aspek keamanan, kenyamanan, manajemen pengelolaan, hingga inklusivitas bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Dalam arahannya, pimpinan DP2PA, Ibnu Araby menekankan bahwa persiapan ini bukan hanya untuk memenuhi penilaian, tetapi sebagai komitmen menghadirkan lingkungan bermain yang benar-benar mendukung tumbuh kembang anak Samarinda.
“Standar RBA adalah cerminan perhatian kita terhadap hak anak. Taman Cerdas PKK harus menjadi ruang yang membuat anak merasa aman, bebas berekspresi, dan belajar dengan cara yang menyenangkan. Audit nanti hanyalah proses formal, yang lebih penting adalah kualitas ruang bermain itu sendiri untuk anak-anak kita” tegasnya.
Melalui rapat internal ini, DP2PA memperkuat koordinasi lintas bidang agar setiap aspek persiapan dapat dipenuhi secara optimal. Pemaparan mengenai kebutuhan peningkatan fasilitas, alur penilaian, dan pembagian peran antarstruktur menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan daerah menghadapi audit nasional tersebut.
Rapat juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan ketelitian dalam penyusunan dokumen pendukung, inventarisasi fasilitas, serta rencana aksi perbaikan untuk memastikan Taman Cerdas PKK dapat tampil sebagai ruang bermain yang layak, aman, dan sesuai standar KPPPA-RI.
Dengan semangat layanan publik yang responsif dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak, Ibnu berharap proses persiapan ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas ruang bermain dan memperkuat komitmen kota dalam mewujudkan Samarinda sebagai Kota Layak Anak.