DP2PA Kota Samarinda Edukasi Pelajar SMP Asisi, Wujudkan Sekolah Aman Tanpa Kekerasan dan Bullying

Image Description
1 bulan yang lalu Dilihat : 1 Kali
Share:
DP2PA Kota Samarinda Edukasi Pelajar SMP Asisi, Wujudkan Sekolah Aman Tanpa Kekerasan dan Bullying

Samarinda, 01 September 2026

DP2PA Kota Samarinda terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Bullying yang dilaksanakan di SMP ASISI Samarinda.

Dalam kegiatan tersebut, DP2PA Kota Samarinda diwakili oleh Siti Aminah, S.ST., M.KM., yang hadir sebagai narasumber. Di hadapan para pelajar, ia menyampaikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan dan bullying, dampaknya terhadap kondisi fisik maupun psikologis korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut.

Para pelajar juga diajak untuk memahami bahwa bullying tidak hanya berbentuk kekerasan fisik. Ejekan, penghinaan, pengucilan, ancaman, penyebaran informasi yang mempermalukan, hingga perundungan melalui media sosial merupakan tindakan yang dapat meninggalkan luka mendalam bagi korban.

Melalui sosialisasi ini, para pelajar didorong untuk berani berbicara dan melaporkan setiap tindakan kekerasan kepada guru, orang tua, maupun pihak yang dapat dipercaya. Mereka juga diingatkan agar tidak menjadi pelaku ataupun penonton yang membiarkan perundungan terjadi.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar, bertumbuh, berteman, dan mengembangkan potensi. Karena itu, seluruh warga sekolah memiliki peran penting dalam mencegah kekerasan dan menghentikan bullying” pesan Aminah.

Kegiatan berlangsung secara edukatif dan komunikatif. Para pelajar memperoleh ruang untuk berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta mengenali cara membangun hubungan pertemanan yang sehat dengan saling menghargai perbedaan dan menjaga perasaan sesama.

DP2PA Kota Samarinda berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan keberanian dan kepedulian di kalangan pelajar SMP ASISI Samarinda. Sebab, menciptakan sekolah yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab guru atau pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah.

Dari ruang kelas, semangat perubahan itu dapat dimulai. Dengan keberanian untuk berkata tidak pada kekerasan, kesediaan untuk membela teman, dan kepedulian untuk saling menjaga, para pelajar dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas bullying.

🖋️ : @deey04___

TINGGALKAN KOMENTAR