Perkuat Kesetaraan Gender, DP2PA Kota Samarinda Matangkan Persiapan FGD Optimalisasi Program Peningkatan IPG dan IKG
Samarinda, 07 September 2026
Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan yang responsif gender. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Persiapan Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Program/Kegiatan yang Berdampak pada Peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kota Samarinda.
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Klinik Perencanaan, Gedung A Lantai 2 Kantor Bapperida Kota Samarinda ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Gubernur Kalimantan Timur Nomor 400.2.2/4679/DP3A-II tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program/Kegiatan yang Berdampak pada Peningkatan Indeks Pembangunan Gender dan Indeks Ketimpangan Gender.
Rapat dibuka dan dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh.) Asisten I Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Eko Suprayetno, S.Sos., bersama Kepala DP2PA Kota Samarinda, Dr. Ibnu Araby, MM.Pd. Jalannya kegiatan dipandu oleh Sekretaris DP2PA Kota Samarinda, Veronika Hinum, S.KM., M.M.
Dalam arahannya, Eko Suprayetno menekankan pentingnya kesiapan dan kelengkapan data gender pada setiap program dan kegiatan perangkat daerah. Ia juga menanyakan secara langsung kesiapan data pada program-program yang dilaksanakan oleh 11 perangkat daerah prioritas sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Sebelas perangkat daerah prioritas yang mengikuti rapat tersebut meliputi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida); Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM); Dinas Pendidikan dan Kebudayaan; Dinas Kesehatan; Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat; Dinas Tenaga Kerja; Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian; Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil; Dinas Komunikasi dan Informatika; serta Inspektorat Kota Samarinda.
Melalui rapat koordinasi ini, DP2PA Kota Samarinda bersama perangkat daerah terkait berupaya menyamakan persepsi, memetakan ketersediaan data, serta mengidentifikasi program dan kegiatan yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesetaraan gender.
Hasil rapat selanjutnya akan menjadi landasan dalam mematangkan pelaksanaan FGD agar mampu menghasilkan rekomendasi yang konkret, terukur, dan dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing perangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya.
Sinergi lintas perangkat daerah tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pembangunan Kota Samarinda yang semakin inklusif, adil, dan responsif gender, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara setara oleh seluruh masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Fasilitator Pengarusutamaan Gender (PUG), Nanang Supratman, S.Pd.I., M.Pd., yang juga merupakan Pejabat Fungsional DP2PA Kota Samarinda, memaparkan kondisi terkini Indeks Pembangunan Gender dan Indeks Ketimpangan Gender. Paparan tersebut menjadi bahan awal untuk memetakan tantangan sekaligus menentukan langkah strategis yang perlu dibahas lebih mendalam dalam pelaksanaan FGD mendatang.
Indeks Pembangunan Gender menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kesenjangan capaian pembangunan manusia antara perempuan dan laki-laki. Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender menggambarkan ketidaksetaraan gender dalam berbagai dimensi pembangunan. Karena itu, peningkatan IPG dan penurunan IKG membutuhkan intervensi program yang terarah, terukur, dan dilaksanakan secara kolaboratif.
Keterlibatan perangkat daerah tersebut diharapkan mampu memperkuat integrasi perspektif gender ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program pembangunan. Ketersediaan data terpilah berdasarkan jenis kelamin juga menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi kesenjangan, kebutuhan, dan manfaat pembangunan yang diterima oleh perempuan maupun laki-laki.
🖋️ : @deey04___