DP2PA Samarinda Dorong Pembangunan Inklusif melalui MUSRENBANG Tematik RKPD Tahun 2027
DP2PA SAMARINDA DORONG PEMBANGUNAN INKLUSIF MELALUI MUSRENBANG TEMATIK RKPD 2027
Samarinda – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda menegaskan pentingnya keterlibatan kelompok rentan dalam proses perencanaan pembangunan daerah melalui Musrenbang Tematik RKPD Kota Samarinda Tahun 2027.
Kegiatan yang mengusung tema “Keterlibatan Kelompok Rentan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah” ini menjadi wadah untuk memastikan suara perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya dapat terakomodasi dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan Kota Samarinda.
Dalam paparannya, DP2PA Kota Samarinda menyampaikan bahwa pembangunan yang inklusif harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Keterlibatan kelompok rentan bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai subjek yang berhak menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka.

Data pembangunan gender menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Samarinda Tahun 2025 mencapai angka 91,15 dan menempatkan Kota Samarinda pada peringkat kedua terbaik di Kalimantan Timur. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas hidup perempuan dan laki-laki di Kota Samarinda semakin setara, terutama pada aspek kesehatan dan pendidikan.
Namun demikian, DP2PA juga mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kota Samarinda mengalami peningkatan menjadi 0,384 pada tahun 2025. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan pada aspek pemberdayaan perempuan, keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan, serta partisipasi perempuan dalam pasar kerja.
Selain itu, isu perlindungan anak juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan data yang dipaparkan, kasus kekerasan terhadap anak masih menunjukkan tren yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Anak perempuan tercatat sebagai kelompok yang paling rentan menjadi korban kekerasan. Oleh karena itu, upaya pencegahan, penguatan layanan perlindungan, serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi prioritas pembangunan daerah ke depan.
Sebagai bentuk komitmen dalam pemberdayaan kelompok rentan, DP2PA Kota Samarinda terus mengembangkan Program PUTARAN (Pusat Pembelajaran Perempuan). Program ini menjadi sarana peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan melalui berbagai pelatihan keterampilan produktif.
Sepanjang tahun 2025, Program PUTARAN telah menjangkau 303 peserta melalui berbagai pelatihan keterampilan. Pada tahun 2026, pelatihan menjahit dan merajut dilaksanakan dalam dua batch dengan melibatkan 42 peserta dari kelompok rentan. Sebanyak 20 peserta yang telah menyelesaikan pelatihan juga memperoleh bantuan mesin jahit sebagai dukungan pengembangan usaha.
Untuk tahun 2027, DP2PA merencanakan pelatihan menjahit bagi 40 peserta serta penguatan strategi bantuan peralatan melalui pendekatan revolving asset strategy. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk memperluas akses pasar, memperkuat kualitas produk, serta membangun kemitraan dengan berbagai instansi strategis di Kota Samarinda.
Melalui Musrenbang Tematik RKPD Tahun 2027, DP2PA Kota Samarinda berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, responsif gender, dan ramah anak.
“Pembangunan yang berkualitas adalah pembangunan yang memberi ruang bagi setiap warga untuk berpartisipasi. Tidak boleh ada kelompok yang tertinggal, termasuk perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Karena setiap suara berarti dalam menentukan masa depan Kota Samarinda,” demikian disampaikan dalam forum Musrenbang Tematik RKPD Tahun 2027.

Melalui sinergi seluruh pihak, Pemerintah Kota Samarinda optimistis dapat mewujudkan pembangunan yang semakin inklusif, setara, dan berkelanjutan menuju Samarinda Maju.
Narasumber : Nanang Supratman, S.Pd.I., M.Pd (Fasilitator PUG Kota Samarinda)